Mam, sudah pernah dengar istilah childhood amnesia? Ya! Ini berhubungan dengan daya ingat anak, dimana sebagian besar kita tidak bisa mengingat memori masa kecil. Childhood amnesia menurut sejumlah teori disebabkan oleh sel otak yang tumbuh dengan cepat saat masih kecil sehingga memorinya pun ikut tergantikan. Selain itu, pendapat lain mengemukakan kalau saat masih balita kemampuan kita untuk mengenali dan melabeli suatu kejadian masih minim sekali, entah itu nama benda, mengungkapkan perasaan atau menyatakan suatu kejadian.

Meski demikian, kebiasaan seperti cara berbicara dan sejumlah hal yang berhubungan dengan perasaan kebanyakan masih bisa bertahan sampai kita dewasa. Sampai sekarang, para ahli masih belum bisa memastikan penyebab childhood amnesia ini, namun ada beberapa hal yang bisa kita soroti:

daya ingat anak
daya ingat anak

Memori Saat Masih Bayi dan Balita Belum Berkembang

Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, otak si kecil di usia bayi hingga balita masih belum terbentuk sepenuhnya. Namun, bayi yang berusia enam bulan ini sudah mulai memiliki memori jangka pendek yang hanya bertahan maksimal beberapa minggu saja. 

Otak Akan Terus Berkembang Sampai Usia Dewasa

Pastinya kemampuan otak pada bayi dan balita sangat terbatas dan ini akan terus berkembang sampai usia kita dewasa. Seperti teori yang dikemukakan tadi bahwa perkembangan sel si kecil di usia ini sangat cepat sehingga sel-sel otak cepat tergantikan begitu pula dengan daya ingatnya. 

Pengaruh Efek Budaya dan Sosial 

Selain karena hal-hal fisik seperti perkembangan otak, childhood amnesia juga dipengaruhi oleh bahasa dan budaya. Orangtua kerap menceritakan kejadian anak-anaknya di saat usianya masih kecil. Semakin koheren dan runut kejadiannya, biasanya akan semakin mudah diingat. Tidak hanya itu, hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat perasaan dan kejadian penting di saat itu. Beberapa anak bisa saja masih mengingat kejadian traumatis saat masih kecil. Meskipun tidak lengkap!

Childhood amnesia ini sampai sekarang masih menjadi perdebatan dan penelitian oleh para ahli. Sebenarnya, untuk beberapa orang yang mengalami kejadian tidak menyenangkan di saat masih kecil, hal ini akan sangat menguntungkan.