Pandangan masyarakat Indonesia mengenai kaitan kopi dengan kesehatan saat ini sedikit demi sedikit sudah mula mengalami perubahan. Jika selama ini kopi selalu dianggap sebagai kafein yang mengganggu kesehatan oleh sebagian masyarakat, maka tidak demikian untuk saat ini. Hal ini dikarenakan secara alami kopi juga memiliki beragam jenis senyawa kimia yang sangat berperan sebagai nutrisi serta sangat bermanfaat bagi tubuh. Seperti misalnya lemak, mineral, serat, vitamin dan antioksidan yang dapat anda nikmati setiap hari di kedai kopi, kantor, rumah maupun restoran.

Pada era sekarang ini, fakta mengungkapkan bahwa kopi bukan lagi sekedar persoalan kafein saja. Namun lebih dari itu, di dalam kopi terkandung senyawa antioksidan polifenol yang merupakan jenis dari asam fenolat. Fungsinya yaitu untuk mencegah gejala diabetes tipe-2, kanker usus serta penyakit asam urat. Tetapi bukan berarti anda boleh sembarangan memesannya di warung kopi tanpa memperhatikan kondisi tubuh. Terlebih lagi jika menambahkan gula sintetis (gula tidak alami) yang terlalu banyak ke dalam kopi.

Selain itu, kandungan asam khlorogent yang terdapat di dalam secangkir kopi arabika dari kedai kopi dengan takaran 200 milliliter berkisar antara 70 hingga 200 miligram. Sementara di dalam secangkir kopi robusta jumlahnya dapat mencapai sekitar 350 miligram. Sehingga minuman kopi dapat menjadi sumber utama asupan antioksidan polifenol (49%) bagi sebagian besar penduduk di dunia. Dimana secara medis antioksidan ini merupakan senyawa yang dipercaya sebagai pelindung organ-organ tubuh dari bahaya radikal bebas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here